counters

Sabtu, 25 Januari 2014

Sayap - sayap Patah


Sayap – sayap Patah
By : Kahlil Ghibran

Wahai langit
Tanyakan padanya
Mengapa dia menciptakan sekeping hati ini
Begitu rapuh dan mudah terluka…
Saat dihadapkan dengan duri – duri cinta
Begitu kuat dan kokoh
Saat berselimut cinta dan asa

Mengapa dia menciptakan rasa sayang dan rindu
Dalam hati ini
Mengisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih
Menimbulkam segudang Tanya
Menghimpun berjuta asa
Memberikan semangat
Juga meninggalkan kepedihan yang tak terkira

Mengapa dia menciptakan kegelisahan dalam relung jiwa
Menghimpit bayangan
Menyesakkan dada
Tak berdaya melawan gejolak yang menerpa

Wahai ilalang
Pernah kan kau merasakan rasa yang begitu menyiksa ini
Mengapa kau hanya diam
Katakana padaku
Sebuah kata yang bisa meredam gejolak hati ini
Sesuatu yang dibutuhkan raga ini
Sebagai pengobat tuk rasa sakit yang tak terkendali
Sesiran angin membuat berisik dirimu
Seolah ada sesuatu yang kau ucapkan pada ku
Aku tak tahu apa maksudmu 

Hanya menduga…
Bisikanmu mengatakan ada seseorang di balik bukit sana
Menunggumu dengan setia
Menghargai apa arti cinta
Hati yang terjatuh dan terluka
Merobek malam menorah seribu duka
Kukepakkan sayap – sayap patahku
Mengikuti hembusan angin yang berlalu
Menancapkan rindu
Disudut hati yang beku
Di aretak, hancur bagai serpihan cermin
Berserakan…
Sebelum hilang di terpa angin

Sambil terduduk lemah
Ku coba kembali mengais sisa hati
Bercampur baur dengan debu
Ingi ku rengkuh
Ku gapai kepingan di sudut hati
Hanya bayangan yang ku dapat
Ia menghilang saat mentari turun dari peraduannya
Tak sanggup ku kepakkan kembali sayap ini
Ia telah patah
Tertusuk duri – duri yang tajam
Hanya bisa meratap
Meringis
Mencoba menggapai sebuah pegangan

Sabtu, 25 Januari 2014

Sayap - sayap Patah


Sayap – sayap Patah
By : Kahlil Ghibran

Wahai langit
Tanyakan padanya
Mengapa dia menciptakan sekeping hati ini
Begitu rapuh dan mudah terluka…
Saat dihadapkan dengan duri – duri cinta
Begitu kuat dan kokoh
Saat berselimut cinta dan asa

Mengapa dia menciptakan rasa sayang dan rindu
Dalam hati ini
Mengisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih
Menimbulkam segudang Tanya
Menghimpun berjuta asa
Memberikan semangat
Juga meninggalkan kepedihan yang tak terkira

Mengapa dia menciptakan kegelisahan dalam relung jiwa
Menghimpit bayangan
Menyesakkan dada
Tak berdaya melawan gejolak yang menerpa

Wahai ilalang
Pernah kan kau merasakan rasa yang begitu menyiksa ini
Mengapa kau hanya diam
Katakana padaku
Sebuah kata yang bisa meredam gejolak hati ini
Sesuatu yang dibutuhkan raga ini
Sebagai pengobat tuk rasa sakit yang tak terkendali
Sesiran angin membuat berisik dirimu
Seolah ada sesuatu yang kau ucapkan pada ku
Aku tak tahu apa maksudmu 

Hanya menduga…
Bisikanmu mengatakan ada seseorang di balik bukit sana
Menunggumu dengan setia
Menghargai apa arti cinta
Hati yang terjatuh dan terluka
Merobek malam menorah seribu duka
Kukepakkan sayap – sayap patahku
Mengikuti hembusan angin yang berlalu
Menancapkan rindu
Disudut hati yang beku
Di aretak, hancur bagai serpihan cermin
Berserakan…
Sebelum hilang di terpa angin

Sambil terduduk lemah
Ku coba kembali mengais sisa hati
Bercampur baur dengan debu
Ingi ku rengkuh
Ku gapai kepingan di sudut hati
Hanya bayangan yang ku dapat
Ia menghilang saat mentari turun dari peraduannya
Tak sanggup ku kepakkan kembali sayap ini
Ia telah patah
Tertusuk duri – duri yang tajam
Hanya bisa meratap
Meringis
Mencoba menggapai sebuah pegangan

Strip kode cbox sobat

close

Sayap - sayap Patah


Sayap – sayap Patah
By : Kahlil Ghibran

Wahai langit
Tanyakan padanya
Mengapa dia menciptakan sekeping hati ini
Begitu rapuh dan mudah terluka…
Saat dihadapkan dengan duri – duri cinta
Begitu kuat dan kokoh
Saat berselimut cinta dan asa

Mengapa dia menciptakan rasa sayang dan rindu
Dalam hati ini
Mengisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih
Menimbulkam segudang Tanya
Menghimpun berjuta asa
Memberikan semangat
Juga meninggalkan kepedihan yang tak terkira

Mengapa dia menciptakan kegelisahan dalam relung jiwa
Menghimpit bayangan
Menyesakkan dada
Tak berdaya melawan gejolak yang menerpa

Wahai ilalang
Pernah kan kau merasakan rasa yang begitu menyiksa ini
Mengapa kau hanya diam
Katakana padaku
Sebuah kata yang bisa meredam gejolak hati ini
Sesuatu yang dibutuhkan raga ini
Sebagai pengobat tuk rasa sakit yang tak terkendali
Sesiran angin membuat berisik dirimu
Seolah ada sesuatu yang kau ucapkan pada ku
Aku tak tahu apa maksudmu 

Hanya menduga…
Bisikanmu mengatakan ada seseorang di balik bukit sana
Menunggumu dengan setia
Menghargai apa arti cinta
Hati yang terjatuh dan terluka
Merobek malam menorah seribu duka
Kukepakkan sayap – sayap patahku
Mengikuti hembusan angin yang berlalu
Menancapkan rindu
Disudut hati yang beku
Di aretak, hancur bagai serpihan cermin
Berserakan…
Sebelum hilang di terpa angin

Sambil terduduk lemah
Ku coba kembali mengais sisa hati
Bercampur baur dengan debu
Ingi ku rengkuh
Ku gapai kepingan di sudut hati
Hanya bayangan yang ku dapat
Ia menghilang saat mentari turun dari peraduannya
Tak sanggup ku kepakkan kembali sayap ini
Ia telah patah
Tertusuk duri – duri yang tajam
Hanya bisa meratap
Meringis
Mencoba menggapai sebuah pegangan


counters